Tafakur Cinta

Oleh : Ari Solomon

Cakrawala basah
Sepasang kelelawar menciat resah
Daun jambu melayang membentur jendela
Suasana pun pecah
Dingin menyusupkan gigitan manja
Kita cuma berdua
Aku mencoba mengulang mengeja nama
Ketika bibirku masih dalam kata terbata
Kau masuki tubuhku dengan segala asmara
ya,,,
Asmara yang telah begitu purba
Asmara yang menuntun malaikat sujud di kaki sang Bapa
Asmara yang menggigilkan hati sang rasul utama
Ya kekasih
Yang pertama dan yang baka
Yang setia tanpa harus pura-pura
Yang menunggu di pintu rumahNya dengan keramahan semata
Yang tak memandang hina hatta yang nista
Biarlah Kau kekal di situ
Di sudut usia yang semakin tak bermakna
Tanpa nada cintaMu

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s