Banyak orang yang enggan diibaratkan air di atas daun talas. Konon, ia berarti tak teguh pandirian. Kiri diangkat, lari ke kanan. Begitu sebaliknya. Bila dihempas, hilang sudah. Tapi aku suka jadi air di atas daun talas, tapi yang tak tumpah. Karena itu berarti, aku teguh. Walau dihempas, wujudku tetap utuh: air. Tak merembes, tak meresap. Begitulah, kawan. Bagaimana pun, ia lebih baik dari air di atas kapas. Yang merembes, kehilangan wujudnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s